Lemming adalah sejenis hewan pengerat seperti marmut. Yang menarik dari hewan ini dan telah diteliti adalah karakternya yang "ngikut saja", Lemming yang satu akan mengikuti yang lainnya bahkan sampai ke kematian.
Hewan
Lemming akan melakukan migrasi dalam periode hidupnya. Dalam
perjalanan migrasi tersebut Lemming akan berjalan mengikuti Lemming
terdepan. Ketika Lemming yang jalan terdepan terjatuh ke dalam jurang
atau ke dalam sungai yang sangat deras maka Lemming-lemming di
belakangnya akan mengikuti terjatuh.
Karakter lemming yang menarik dari hewan ini lantas dikenal menjadi metafora yang disebut 'efek Lemming', yaitu suatu
fenomena bagaimana orang-orang mengikuti begitu saja tanpa
mempertanyakan suatu pendapat yang populer yang beredar di tengah
masyarakat di mana pendapat tersebut bisa saja berpotensi
menjerumuskan diri mereka ke dalam suatu kebinasaan atau paling minimal
kesesatan berpikir.
Dalam
kehidupan, informasi dan kejadian seakan rangkaian-rangkaian fakta kecil
yang terasa tak bermakna. Tetapi ketika dikaji secara komprehensif,
maka rangkaian-rangakian fakta yang kecil dan terasa independen tersebut
akan menjadi sebuah simpul yang mencerahkan.
Namun jika
sebuah komunitas sudah total terpengaruh oleh "hipnotis" akan "kebenaran
palsu" yang dipaksakan oleh mereka yang berkepentingan dan dianggap
memiliki otoritas untuk berpendapat, maka efek Lemming susah diubah.
Efek Lemming merupakan mainan menarik bagi industri iklan, politisi dan berbagai aspek kehidupan.
Contoh sederhana bagaimana efek Lemming berjalan adalah saat gelang Power Balance sedang ngetrend. Artis, public figure, ABG
dan banyak lapisan masyarakat memakai gelang tersebut. Tanpa pernah
menyempatkan diri bertanya-tanya, benarkah apa yang disampaikan dalam
iklan produk tersebut? Akhir-akhir baru terungkap tak ada efek
signifikan terhadap tubuh akibat memakai gelang power balance. Contoh lain misalnya bagaimana ABG alay labil begitu terhipnotis dengan es krim M*gnum.
Contoh
lain lagi yang agak sedikit berat adalah bagaimana percayanya sebagian
besar warga Amerika Serikat (AS) bahwa Islam itu merupakan agama yang
jahat, hanya dikarenakan isu dan berita populer yang dipelintir bahwa
Islam adalah agama teror. Tanpa mencoba mencari fakta sendiri dan
merangkai kejadian-kejadian di baliknya.
Atau bagaimana
pemerintahan suatu negara membohongi rakyatnya dengan mengumunkan dan
secara terus-menerus memborbardir pikiran rakyat dengan angka-angka
statistik yang seolah mengagumkan tentang kenaikan kesejahteraan,
penurunan jumlah rakyat miskin dan lain-lain. Sampai pikiran rakyat yang
tak memanfaatkan pikirannya tersebut percaya semua yang diungkap dan
dijejalkan ke pikirannya, lalu ketika ada lapisan masyarakat yang tak
terkena efek Lemming mulai mengajukan fakta kebenaran yang sebenarnya,
maka kebenaran tersebut tak lagi dianggap, dan akan disebut dengan mudah
disemati label "barisan sakit hati". Hehehehe... Gampang sekali!.
Kalau dalam istilah bahasa Sunda, efek Lemming ini disebut "tuturut munding" (ngikut-ngikut aja seperti kerbau). Masyarakat Sunda menganalogikan orang-orang yang terkena efek Lemming dengan seekor kerbau, yang mengikut saja ketika tambanga yang mengikatnya ditarik oleh pemiliknya. Bahkan ketika dia dibawa ke tukang jagal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar